HUT HUMAS POLRI KE-75, POLRESTA KARAWANG GANDENG INSAN PERS GELAR DONOR DARAH: 35 KANTONG TERKUMPUL


KARAWANG | PRANABERITA.CLICK — Semangat kemanusiaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Humas Polri di lingkungan Polresta Karawang. Bersama masyarakat dan insan pers dari berbagai platform media, kegiatan donor darah digelar sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan media.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 35 kantong darah berhasil terkumpul berdasarkan data sementara yang disampaikan. Jumlah itu diharapkan masih bertambah seiring kehadiran peserta dari kalangan masyarakat, jurnalis media online, media cetak, serta anggota Polri yang belum mengikuti kegiatan.

Perwakilan Polresta Karawang, AKBP Afrian, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. Ia menegaskan, donor darah bukan sekadar agenda seremonial peringatan HUT, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan bantuan darah.

“Alhamdulillah, sudah ada beberapa teman dari masyarakat dan insan pers, baik media online, media cetak, nasional maupun lokal, yang bergabung bersama Polresta Karawang melaksanakan donor darah. Tadi disampaikan sudah terkumpul sebanyak 35 kantong darah,” ungkapnya.

Ia berharap partisipasi peserta terus meningkat sehingga manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan transfusi darah untuk kepentingan medis.

Humas Polri dan Media, Bukan Sekadar Hubungan Pemberitaan
Lebih dari kegiatan donor darah, momentum HUT ke-75 Humas Polri menjadi pengingat bahwa hubungan kepolisian dengan insan pers perlu dibangun melalui komunikasi terbuka, saling menghormati, dan kemitraan yang profesional.

AKBP Afrian menegaskan, Humas Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menyampaikan informasi kepada publik. Media memiliki peran penting dalam menjembatani informasi, mengedukasi masyarakat, serta menyampaikan berbagai perkembangan secara faktual dan bertanggung jawab.

Menurutnya, sinergi tersebut perlu terus diperkuat agar komunikasi publik berjalan baik dan pemberitaan yang dihasilkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap dengan adanya Humas ke-75, Polri semakin dewasa dan mampu bekerja sama dengan media. Kami juga perlu saling menjaga satu sama lain. Polresta Karawang, khususnya Humas, tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan media, dan media juga dapat berkolaborasi dengan kami,” tuturnya.

Sinergi Harus Tetap Profesional dan Konstruktif

Kolaborasi antara kepolisian dan media pada prinsipnya memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Namun, sinergi yang sehat juga membutuhkan keterbukaan informasi, penghormatan terhadap independensi pers, serta komitmen untuk mengedepankan fakta.

Media bukan hanya mitra penyebarluasan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjalankan fungsi jurnalistik secara independen, termasuk menyampaikan kritik dan menjalankan kontrol sosial demi kepentingan publik.

Karena itu, kemitraan yang kuat bukan semata-mata diukur dari kedekatan antarlembaga, melainkan dari kemampuan membangun komunikasi yang profesional, transparan, dan saling menghormati peran masing-masing.

AKBP Afrian berharap hubungan baik antara Polresta Karawang dan seluruh insan pers dapat terus terjaga, terutama dalam menyampaikan pemberitaan yang membangun, edukatif, dan konstruktif.

“Mohon doanya agar Humas Polri semakin baik ke depannya, bisa bermitra dengan seluruh rekan media, serta memberikan pemberitaan yang baik,” ujarnya.

Donor Darah Menjadi Pesan Kemanusiaan
Kegiatan donor darah ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan institusi tidak hanya tercermin melalui pelaksanaan tugas dan pelayanan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.

Terkumpulnya 35 kantong darah menjadi capaian awal yang bermakna. Di balik setiap kantong darah, terdapat harapan untuk membantu pasien yang membutuhkan pertolongan medis.

Peringatan HUT ke-75 Humas Polri di Polresta Karawang pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.

 Semangat kemanusiaan, komunikasi terbuka, dan kolaborasi profesional antara kepolisian, media, serta masyarakat perlu diwujudkan secara berkelanjutan.

Sebab, kepercayaan publik tidak cukup dibangun melalui kata-kata. Kepercayaan tumbuh dari tindakan nyata, keterbukaan, dan komitmen bersama untuk melayani masyarakat.

Teddyjoe

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.